gmail Linkedin twitter instagram
  • Home
  • About
  • Contact

nabilatara

a little piece of my lovely journey♡

 

Pernahku memandang lekuk nebula1, yang terhimpun atas serpihan kasih yang harum. Menyatu dalam sajak-sajak pilu yang beku. Lalu berjajar bak lintasan sirat yang imajiner, asbtrak.

Pernahku menatap indah Antartika, yang ramai cerita penguin-penguin berbulu persia. Seketika, menari di atas gulungan gula-gula. Tertawa tanpa paksa.
 
Namun kau bukan mereka
 
Karena kau bagai antares2
yang gemerlap dalam agung
Berkilau dalam potret baruna tersanjung, hanyut pada sampan timah tak berparas yang kabur
 
Ku rasa kau seperti canopus3
yang benderang dalam jorok tanjung
Berlayar tangguh menuju armada berdinding keping-keping tempurung
Menjulang, tak tenggelam walau suram
 
Kali ini, ku yakin kau adalah sirrius4
yang berpijar dalam milyaran gulita dunia
Berpacu pada asa yang tak sekadar bersua mimpi-mimpi sunyi
Kerap memukau hati ini, mencuri dunia ini

1Jenis awan
2Nama bintang raksasa
3Nama bintang terterang kedua
4Nama bintang paling terang

With love, Tara.
April 05, 2026 No komentar

Dinding bambu, rumbai nyiur, atau alas abu-abu
Ah, semua menyatu dalam sekotak rantang bersusun lima itu
yang kau simpan dalam rak terbawah lemari jati
Hingga lupa terhidangkan, alih-alih kesemutan
 
Mak, maafkan daku bila tak sempat menjamu sewedang kunir asam di setiap petang. Bersama lelah jemari yang perlu ku urut, atau deras keringat yang basah membasuh kulit kuningmu.
 
Mak, bilamana merah senja adalah puisi langit yang beku, sudikah kau tertidur menghirup panoramanya?
Ia lebih harum dari semerbak adonan roti belanda,
lebih nikmat dari ramuan tumis yang kau seduh tiap Selasa
 
Mak, adakah pintu yang terlentang di ambang muara teluk?
Sesekali memberi jalan bagi gadis kecil yang hobi menangis tengah malam
Berkata tak ingin didekap, padahal sangat rindu memeluk erat
 
Mak, mengapa alkisah cinta anak remaja bagaikan payung yang cekung?
Manis dari luar, bertubi di dalam
Maka bolehkah aku mendengar sabdamu setiap malam sebelum pulas?
 
Mak, rautmu kian kusut, tapi aku sering merengut
Mak, wajahmu kian keriput, tapi aku malah luput

With love, Tara.

April 05, 2026 No komentar

Kali ini aku menikmati minggu sore cukup di cafe dekat kos yang berjarak kurang dari 5 km. Dan.. setelah menghabiskan 6 hari terakhir full dengan orang lain, saat ini aku ingin sendiri saja. Menikmati segelas avocado frappe dan donat, ditambah dengan bacaan ringan dan gadget. Justru bukan sepi yang aku rasakan, tapi menciptakan ruang kebebasan untuk berhenti sejenak dari orang-orang sekitar. 

Dan tak terasa beberapa hari lagi menuju Bulan Ramadhan tahun ini. Masih di perantauan, masih di kota orang. Namun tak apa, semoga banyak keberkahan yang kita dapatkan di Ramadhan 2026 ini.

With love, Tara.
Februari 15, 2026 No komentar
 

Melampaui 2025 dengan penuh kebahagiaan dan kesedihan sekaligus membuatku merasa kita harus selalu siap dengan segala kondisi. Terkadang apa yang kita harapkan terlalu tinggi justru bisa membuat kita jatuh terlalu dalam. Sehingga baiknya memang tidak perlu menggantungkan harapan ke orang lain, sebab yang punya kendali penuh untuk kebahagian kita adalah diri kita sendiri. Dan..sewajarnya ketika orang lain hadir dalam hidup kita, kita bisa memilih stay jika kehadirannya menambahkan kebahagiaan dan value yang baik. Namun jika sebaliknya, kita juga berhak memilih untuk sendiri. 

Boundaries, Distance, Detachment
Ketika akan memulai suatu hubungan baik pertemanan, pendekatan, atau lebih dari itu, kita harus membuat standar batas yang boleh dilalui oleh orang lain. Standar batas dalam hal ini adalah sejauh mana kita membiarkan orang lain masuk dalam waktu, harapan, bahkan mimpi yang kita punya. Sebab standar itulah nantinya yang akan melindungi diri kita untuk tidak kecewa atas kehilangan maupun perlakuan yang tidak kita inginkan. 

Kita harus sadar bahwa energi dan waktu yang kita miliki berharga, sehingga orang lain tidak sepantasnya mengambil hal tersebut untuk dibuang sia-sia. Apalagi.. sampai bisa membuat kita bersedih dan kehilangan kendali untuk merasa tenang. 

Disaat kita menggantungkan harapan pada orang lain, disaat itu juga kita susah untuk melepaskan. Padahal belum tentu orang yang kita harapkan tersebut baik untuk kita. Attachment yang terlalu dalam justru akan membuat pikiran tidak menjadi logis dan sulit menentukan baik atau tidak. Itulah mengapa saat menjalanin hubungan, kita harus membuat standar batasan dan jarak yang tegas. Karena dengan tidak terlalu dekat, tidak terlalu terlibat maupun melibatkan, kita tidak perlu merasa kecewa dan semuanya akan berjalan normal seperti biasanya. 

Unlimited Source of Happiness
Setelah melalui kondisi jatuh-bangun di tahun kemarin menyadarkanku bahwa sumber bahagia itu tidak ada batasnya. Kita harus membuka diri agar kebahagian lain hadir dalam hidup kita. Sebab bisa saja selama ini kita tidak bahagia karena tidak berusaha peka dengan sekitar...dan hanya fokus ke satu hal yang bahkan belum tentu baik. 

Alhamdulillah, walaupun harus fight dengan kondisi menetap sendiri di kota ini untuk bekerja, Allah menghadirkan rekan-rekan yang selalu positif dan tulus. Buatku, mereka bukan sekedar teman kerja, tapi sahabat yang selalu memberikan keceriaan setiap harinya.

Aku juga memiliki sahabat-sahabat dari kuliah yang selalu sigap 24/7 untuk bernaung ketika aku butuh bercerita. Mereka memang bukan keluarga, tapi support yang diberikan lebih dari yang aku butuhkan. 

Dan tentunya walaupun long distance dengan keluarga, support dari orang tua maupun saudara juga tidak pernah ada habisnya. Lantas, atas semua sumber kebahagiaan yang selalu ada, aku tidak punya alasan lagi untuk bersedih dan terpuruk. Mungkin benar, ketika Allah menghadirkan sesuatu tidak brarti untuk bersama seterusnya. Bisa jadi hanya untuk menguji dan menunjukkan, kebahagiaan nyata seperti apa yang memang layak kita miliki. Bukan hanya bersifat semu dan angan-angan semata yang tidak pasti.


Self Love—The Highest Level of Love
Kita selalu punya banyak cara untuk jatuh cinta dengan diri sendiri lagi. Dengan menyusun mimpi setinggi mungkin yang pernah terlupakan, menikmati weekend dan waktu luang bebas tanpa menunggu diberi harapan, dan belajar banyak hal baru tanpa ada satupun batasan. Oh ya! aku selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi tempat baru. Bukan untuk sekedar hunting foto, tapi juga mecari pengalaman dengan vibes tempat dan kondisi yang berbeda. Bonusnya, kita bisa berinteraksi dengan orang baru saat dalam perjalanan maupun di tujuan yang dapat mengantarkan kita mendapat pengetahuan baru juga. 

And last but not least... apapun yang pernah terjadi, sejatuh apapun kita, harapan kita, mimpi kita, kita tetap harus terus percaya bahwa Tuhan telah menyiapkan kebahagian berkali lipat yang bahkan tidak pernah kita bayangkan. Akan selalu ada harapan untuk memulai kembali, bangkit kembali, dan bersinar kembali. Aku telah membuktikannya, jadi teman-teman pasti bisa jugaaa ya!

Never let anyone steal our sparks again🩷




With love, Tara.
Januari 17, 2026 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About

Hi, welcome to my diary :)

Label

  • Academic
  • Personal
  • Puisi
  • Random
  • Review
  • Travelling

Popular Post

  • THERE WILL ALWAYS BE A ‘BEGIN AGAIN’
  • DI SUATU MINGGU SORE
  • THINGS I LEARNED AFTER 2+ YEARS GRADUATION
  • WHAT'S IN MY CAMPUS BAG? (ENGINEERING STUDENT)
  • SEINDAH KEMILAU LANGIT JAKARTA
  • THE BEST THING IN 2024
  • PEREMPUAN, KEDUDUKAN DAN BUDAYA PATRIARKI
  • PUISI: DIANTARA KESUNYIAN
  • PERJALANAN BERSAMA KAI EKSEKUTIF MALABAR 2021
  • PUISI: APAKAH AKU SALAH?

Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  April (2)
      • PUISI: GALAKSI DALAM POTRETMU
      • PUISI: ALKISAH SEKOTAK RANTANG
    • ►  Februari (1)
      • DI SUATU MINGGU SORE
    • ►  Januari (1)
      • THERE WILL ALWAYS BE A ‘BEGIN AGAIN’
  • ►  2025 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2024 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2023 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2022 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (30)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (10)
    • ►  Juli (3)

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

Follow Us

Community



FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates