gmail Linkedin twitter instagram
  • Home
  • About
  • Contact

nabilatara

a little piece of my lovely journey♡


Bukan, kali ini bukan asmara
Atau antologi rasa yang berhimpun tanpa suara
Ini adalah cerita tentang kau, aku, biru samudera
juga harmoni mesin kereta
yang larut bagai natrium hidroksida dalam sebuah bening kaca
 
Kau sempat bertanya,
“Bagaimana bila bumi tak berpihak pada keinginan diri, sebab masa adalah kawan yang tak selalu setia?”
Tak sempat menjawab, diri melangkah tuk berdiam menatap laut lepas
Sedang pena terus menari di ambang bulir putih yang basah
Membentuk wajahku, melukis tawaku

Kali ini, lukisan itu bergaung lantang
Meski badai hujan tak kunjung padam sejak Senin malam
Berkata,
“Bumi adalah secawan madu yang bertabur cokelat Belgia dan kau adalah semut merah yang mencari harum aromanya. Kejarlah.”
 
dan aku tahu
Bukan bumi yang kunanti
Bukan masa yang tak tahu diri
 
Tapi kau yang kutunggu
‘Tuk kekal bersama menembus butir-butir waktu

With love, Tara.
September 12, 2023 No komentar

Selamat ulang tahun Tara! Selamat ulang tahun yang ke-23!

Bertambahnya usia terkadang bisa menjadi sebuah pertanda—bahwa sudah saatnya kita melakukan refleksi terhadap masa-masa lalu. Bukan berarti tak ingin beranjak menuju masa depan, tapi untuk melihat, apakah dari waktu ke waktu menjadi semakin baik? apakah sama saja? atau bahkan mengalami kemunduran? Tapi sudahlah, aku tidak ingin menulis tentang itu sekarang. Aku ingin nostalgia tentang yang menyenangkan saja saat ini.

Dari jauh-jauh hari lalu sebenarnya aku ingin membeli kue ulang tahun cantik bertuliskan "Happy Birthday, dear Tara" serta lilin-lilin kecil yang mengelilingi pinggir kuenya. Ditambah buket bunga mawar merah muda yang diikat pita putih dan bertabur kertas kerlap kelip. Tapi saat menjelang hari ulang tahunku, tak sempat juga menyiapkan itu semua. Mungkin di waktu lain dalam dekat-dekat ini akan aku coba lagi untuk mempersiapkannya. Semoga ada waktu, semoga ada kesempatan.

Pesan untuk diriku sendiri
Kurangi bengong nggak jelas, banyakin main! Kalau bingung mau ngapain, jalan-jalan aja ya? Banyakin bahagiain diri sendiri, banyakin nonton konser, banyakin beli barang-barang yang kamu suka. Pergi ke tempat kemanapun kamu mau, jangan pernah takut. 

Kalau ditulis lanjut, 1000 kata-pun sepertinya nggak akan mampu menggambarkan sejuta keinginanku di masa-masa sekarang. Tapi dari semua narasi sebelumnya, ada dua hal yang sangat ingin aku dapatkan. Aku ingin bisa merasa 'cukup' dan 'bebas'.

Aku ingin bisa lebih mengerti caranya bersyukur, hingga semua hal yang aku miliki sudah cukup membuatku bahagia setiap harinya. Karena terkadang, kita terlalu fokus berusaha mengejar sesuatu yang belum kita miliki, sampai kita mengabaikan apa yang bersama kita sekarang.

Namun aku juga ingin merasa bebas. Aku ingin berada di tempat dimana aku bisa bebas mengekspresikan diriku menjadi lebih berkembang dan baik. Aku ingin bisa bebas pergi kemanapun aku pergi, aku ingin bisa bebas melakukan apapun yang aku mau. Aku ingin bisa bebas menjadi 'diriku sendiri'.

Karena sebelumnya, aku merasa sedang redup. Sedang menghabiskan waktu bersembunyi dibalik topeng yang membatasiku melakukan banyak hal. Sedang nyaman untuk berdiam diri saja tanpa berjuang menjadi lebih baik seperti semestinya. 

Semoga hari-hari, dan tahun-tahun setelah ini menjadi lebih baik untuk Tara. Semoga selalu merasa bahagia.

With love, Tara.
Juli 20, 2023 No komentar

Akhirnya, setelah menunggu hujan sekian lama, malam ini hujan menyelimuti kota ini. Walau Surakarta masih menjadi pemenang sebagai kota tersyahdu karena petrichor-nya, ternyata Serang juga tidak begitu buruk saat hujan seperti ini. Ditambah secangkir teh dingin yang telah kuseduh 2 jam lalu—yang kini tidak menjadi teh hangat lagi, lalu disempurnakan oleh alunan lagu-lagu Soegi Bornean yang selalu sopan masuk ke telinga. Rasanya, tidak ingin kembali ke pagi hari. Ingin menjalani sepanjang malam seperti ini saja. Setenang ini saja.

Tiba-tiba aku ingin menulis yang terlintas dipikiranku. Tentang apa yang terjadi 6 bulan terakhir membuatku mengerti, bahwa kita akan selalu menemukan hal baru untuk dipelajari setiap satu hari berganti. Dunia terkadang cukup kejam untuk orang-orang yang hanya ingin merasakan sedih berlarut, yang tanpa sadar bahwa rasa 'sedih' merupakan salah satu bekal kekuatan untuk menghadapi sejuta kesedihan lainnya. Sampai-sampai yang tersisa nantinya hanyalah rasa kebal atau bahkan 'tidak peduli'. 

Pelajaran terakhir juga yang ingin kukatakan, kita hanya perlu menjadi buta dan tuli—pun mati rasa untuk hal-hal yang membuat kita gundah. Belajar untuk tidak mengetahui, untuk tidak mendengar, untuk tidak mencoba mengerti. Belajarlah egois. 

Bukankah memang begitu cara kerja hubungan antar sesama? Baik dengan yang baik, apatis dengan yang menyakiti. Se-simple itu. Tidak perlu diambil pusing yang berlarut.

"Pergilah, pergilah menuju tempat yang kamu yakini kamu akan bahagia. Menjauhlah, menjauhlah dari segala hal yang membuatmu merasa kehadiranmu tidak berarti lagi."—Unknown.

By the way, di suasana syahdu seperti ini, aku sedang memutar lagu ini berulang kali.

Kala
by Soegi Bornean

"Dan kutahu pasti
Jejakku kan selalu indah
Sampai di hari kau raih tanganku
Yang meraba di antara ilalang
Dan langit yang beradu kala itu
Mencumbu suasana menantikan senja.."

With love, Tara.
Juni 13, 2023 No komentar

Hai, sudah lama tidak kembali disini sejak 4 bulan lalu. Apa kabar?

Sepertinya, pertanyaan itu sepantasnya kutanyakan pada diri sendiri. Setelah sekian lama membuang-buang waktu mengurus hal yang tidak penting, aku ingin kembali mengurus diriku sendiri yang selalu bisa menemukan kebahagiaan seperti dulu. Sesederhana membuat mie rebus telur dengan teh hangat sambil menonton serial drama. Sesederhana jalan-jalan di tengah kota seusai derasnya hujan kala petang. 

Satu hal yang membuatku sadar. Ternyata, pindah ke tempat berbeda bisa membuat hal-hal sederhana itu mungkin tidak terwujud lagi. 

Iya, kali ini aku rindu dengan diriku sendiri. Sudah berbulan-bulan kehilangan diri sendiri—yang bahkan untuk sekedar menemukan kebahagian sederhana pun tidak mampu. 

Rasanya seperti ada yang hilang, rasanya seperti ada yang usang. 
Tapi semoga, semua ini hanya sementara. Semoga segera bisa menemukan diriku lagi.

With love, Tara.
Juni 09, 2023 No komentar

Seusai menyelesaikan studi sarjana di Juli 2022 lalu, aku memutuskan untuk kembali ke rumah. Memulai hari-hari tanpa ada lagi aturan dan tujuan, hingga pagi bertemu pagi masih saja tidak ada perkembangan. Hari-hari itu terjadi berbulan-bulan lamanya, sampai bertemu kesempatan bisa keluar dari rumah untuk merantau kembali. Pada pertengahan Desember 2022, perjalanan baruku dimulai.

Awal Ceritaku
Kali ini aku merantau ke Serang, Provinsi Banten. Aku merantau untuk memulai karir pertamaku di sebuah industri padat karya. Suatu industri dengan bidang yang jauh berbeda dengan latar belakang pendidikanku. Belajar dari awal, belajar dari 0 lagi. Belajar untuk bisa cepat paham dan mengerti. Dan, belajar untuk menjadi dewasa yang sebenar-benarnya. Namun dibalik tantangan itu, aku menyimpan berjuta rasa syukur atas kesempatan ini.

Aku sangat percaya bahwa apa yang digariskan pada hidup kita adalah bentuk petunjuk terbaik dari-Nya. Setelah apa yang kualami 2 bulan terakhir, bertemu dengan orang baru yang lebih beragam, bertemu dengan rutinitas baru yang lebih mengikat, bersinggah di tempat baru yang berbeda dari suasana sebelumnya. Oh ya bicara soal tempat, kali ini aku tinggal di mess yang disediakan perusahaan. Aku tinggal di lingkup wilayah industri. Dimana kalau ingin keluar, harus melewati banyak gedung-gedung kantor dan pabrik untuk sampai ke jalan raya. Dan yang lebih menarik lagi, di dalam wilayah industri ini terdapat larangan menggunakan kendaraan bermotor. Jadi hanya ada 2 pilihan, jalan kaki atau naik sepeda pancal. 

Berbeda dengan sekolah dan kuliah sebelumnya, saat bekerja ini aku mulai belajar untuk lebih aware memperdulikan diri. Setiap pagi ketika akan berangkat kerja, aku membiasakan diriku untuk menyiapkan sarapan. Walaupun sesederhana roti dan teh hangat. Malam sebelumnya, aku juga menyiapkan pakaian yang akan kugunakan untuk keesokan hari, termasuk barang-barang yang akan kubawa dalam tas. Aku juga memaksa diriku untuk selalu istirahat cukup. Pelan-pelan aku sadar, bahwa diri kita merupakan tanggung jawab kita sendiri. Sebab terkadang orang hanya fokus pada kesibukan, sampai lupa ada tubuh yang harus dijaga benar-benar.

Hal yang paling aku sukai adalah bertemu dengan staf-staf lain saat jam kerja. Karena kebanyakan seumuran dan sama-sama fresh graduate, rasanya seperti berada di lingkungan perkuliahan lagi. Tanpa disadari percakapan-percakapan ringan "Kok kamu berangkatnya siang?", "Aku laper banget belum sarapan", atau "Aku tadi malem baru tidur jam 1" sebelum meeting pagi membuat suasana rapat jadi nggak semenegangkan itu. Beberapa waktu saat harus ke line produksi dan bertemu staf lain, yang awalnya membahas tentang produksi berlanjut kenalan untuk menambah relasi. Hal-hal kecil yang kualami di masa awal kerja ini menunjukkan, bahwa dunia kerja bisa menyenangkan kalau kita senang menjalanai dan memaknai setiap kejadian sederhana didalamnya.


Suatu ilmu baru yang cukup berkesan adalah bersikap profesional. Di dunia pekerjaan, aku jadi belajar untuk tidak membawa-bawa perubahaan mood saat bekerja. Aku belajar mengesampingkan urusan pribadi dan lainnya saat jam kerja. Sebab apapun yang terjadi, selalu berusaha tenang dan membawa energi positif adalah suatu keharusan. Memang tidak ada modul tertulis tentang hal ini, tapi aku melihat sebagai keharusan saat mengamati lingkungan dan rekan-rekan kerjaku.

Sebagai pemula di dunia kerja, aku masih belum memiliki banyak cerita. Semua berjalan baik-baik saja, dan aku berharap aku terus baik-baik saja kedepannya. Namun ada satu hal yang terkadang membuatku berpikir, apakah pekerjaan yang kujalani sekarang benar-benar sesuai yang aku impikan?

Walau aku belum mengerti jawabannya, aku berusaha menikmati perjalanan baruku disini. Sebenarnya, ada suatu pertanyaan yang membuatku memilih perjalanan ini 'Bukankah sepanjang perjalanan hidup ini adalah perihal belajar? dan selama apa yang dipelajari itu baik dan bermanfaat, mengapa harus dilewatkan?'.

With love, Tara.
Februari 05, 2023 2 komentar

Sepotong roti tak lagi bersanding dengan embun pagi, ia tumbuh di antara tulip biru yang gugur
Harumnya tak lagi menyatu dengan kopi, ia bertabur di antara bulir salju musim dingin

Serupa,
Rasamu tak lagi sama.
 
Apa kau sadar,
Dalam setiap dentum waktu, aku mengapung di antara gelombang air yang tenang
Kadang tenggelam, kadang kau tenggelamkan
Tapi bolehkah aku senang? 
Sebab bersama ikan-ikan, aku menari dengan elok suaramu
 
Apa kau sadar
Dalam naungan elegi paceklik, aku melamun di atas daun-daun kelor yang tebal
Sempat terjatuh, pun kau buat terpuruk
Tapi bolehkah aku senang? 
Sebab bersama akar-akar, aku berkilau dengan sorot mercusuar—yang kau bangun tinggi menjulang
 
Apa kau sadar?
Dalam seratus kilometer diri melaju, aku melompat diantara gili-gili laut 
Sesekali berlayar, bermetamorfosa menjadi nelayan Tanjung Perak
Tapi bolehkah aku memanggilmu, ‘tuk duduk disampingku sembari menyantap roti maryam?
 
Atau bila kau mau,
Aku akan membawamu mengarungi bumi hingga hatimu berlabuh. 

With love, Tara.
Februari 05, 2023 No komentar


Salah satu tujuan yang pasti dimiliki seorang wisatawan adalah kuliner. Sama halnya dengan daerah lain, Kota Yogyakarta juga punya objek kuliner yang sudah pasti nggak mengecewakan. Objek menarik itu bernama Sate Ratu, terletak sekitar 7 km dari pusat kota. Walau lumayan jauh dari tempat kunjungan sebelumnya, sama sekali nggak nyesel memutuskan makan siang di kedai ini.

Lokasi & Waktu Buka

Lokasi: Jl. Sidomukti, Tiyosan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Waktu Buka: Senin - Sabtu (11.00 - 21.00 WIB)

Pelayanan
Service yang diberikan ke konsumen adalah hal yang paling aku kagumi dari tempat kuliner favorit ini. Ketika awal masuk ke dalam kedai, pelayan dengan sangat ramah memberikan intruksi jika ingin mengambil minuman instan yang disediakan di lemari dingin. Setelah mengambil air mineral, kami diantar menuju tempat duduk yang disarankan mereka. Saat sudah duduk dengan proper, pelayan lainnya menghampiri meja kami untuk mendata pesanan yang diinginkan. 

Karena sangat tertarik dengan sate merah, kami memesan sate merah untuk masing-masing. Lalu ditambah dengan nasi putih dan extra sauce. Kami menunggu sekitar 15 menit sampai pesanan datang. Namun sembari bersiap untuk makan, tiba-tiba aku penasaran dengan menu teh tubruk dengan penyajiannya menggunakan mug lurik hijau zaman dahulu. Jadi, pada akhirnya aku memanggil pelayaan untuk menambah teh tubruk sebagai tambahan pesanan. Walaupun menambah pesanan ditengah-tengah, pelayan Sate Ratu tetap datang memberikan pelayanan terbaik kepada kami. Oh yaa, buat teman-teman yang ingin melihat menunya lebih detail, bisa akses disini yaaa.

Sekitar 5 menit kemudian, pesanan teh tubruk akhirnya datang. Satu paket teh tubruk berisi 2 gelas dan gula batu yang terpisah. Nggak langsung pergi, pelayan dengan ramah menjelaskan cara menuang dan menyajikan teh tubruk kepada kami. Gelas besar merupakan tempat daun teh diseduh. Kalau sudah mempersiapkan gula di gelas kecil, teh bisa dituang dari gelas besar dengan nggak membuka tutupnya, namun tetap diberi celah sedikit untuk menuang. Fungsinya, agar ampas daun teh nggak keikutan tertuang. Kemudian, teh langsung bisa di aduk agar gulanya larut. 


Penyajian dan Rasa
Menu yang pertama kali aku santap nggak lain adalah sate merah. Warna merah segar ditambah baunya yang enak banget, bikin ngerasa harus cepat-cepat buat mencicipi😋. Oh ya, satu porsi berisi 5 tusuk sate yaa. Mungkin terdengar sedikit, tapi jangan salah karena dagingnya dipotong gede-gede untuk ukuran daging sate pada biasanya. Jadi menurut aku, satu porsi sate merah memang dirancang sudah cukup untuk satu orang. Apalagi orang-orang cenderung menyantap pakai nasi, sudah pasti bikin kenyang makannya. Kalau soal rasa, perpaduan antara rasa manis dan gurihnya pas di lidah. Tapi ada yang kurang sih, yaitu penyajian sate merah yang nggak berkuah bumbu. Sedangkan sebelum-sebelumnya aku selalu makan sate yang disajikan dengan kuah bumbu sedikit. Tapi, mungkin itu memang ciri khas Sate Ratu yaa. Lagi pula, kalau ingin kita juga bisa pesan extra sauce di awal. Rate sate merah 9/10. 


Selain sate merah, teh tubruk juga nggak kalah menarik. Hal pertama yang membuatku penasaran adalah karena pada kebanyakan warung atau tempat makan, teh yang disajikan cenderung menggunakan teh celup. Padahal, teh tubruk bisa jauh lebih enak walau nggak instan karena harus disaring sebelum disajikan. Karena itu juga, orang-orang jadi lebih familiar mengkonsumsi teh celup dari pada teh tubruk. Walaupun begitu, Sate Ratu nggak kehabisan ide buat menjadikan teh tubruk untuk menarik perhatian pengunjung. Sebab selain minuman dingin, sate ratu hanya menjadikan teh tubruk sebagai pilihan minuman lain. Apalagi dengan menampilkan gambar setiap item di informasi menu, membuat teh yang biasanya hanya jadi menu pendukung menjadi menu yang juga disorot. Soal rasa nggak ada masalah, karena bisa meracik rasa manis sendiri dari gula batu yang sediakan terpisah. Rate teh tubruk 8,8/10. 

Tempat
Untuk ukuran tempat makan yang ramai dan sering dikunjungi banyak wisatawan, sate ratu memiliki tempat yang bersih dan nyaman. Ruangannya terbuka satu sisi yang dihadapkan dengan taman kecil. Sedangkan pada dindingnya dihiasi informasi menarik tentang sejarah berkembangnya Sate Ratu dan yang menarik adalah jejak pengunjung dari 86 negara. 




Gimana, jadi nggak ada alasan kan buat melewatkan Sate Ratu saat berkunjung ke Yogyakarta?

With love, Tara.
November 19, 2022 2 komentar

Melintasi sepanjang Jalan Malioboro bisa dijadikan pilihan ketika belum memiliki tujuan pasti di Yogyakarta, atau hanya sekedar jalan-jalan saja. Namun, nggak ada salahnya berkunjung ke salah satu destinasi wisata yang nggak begitu jauh dari Jalan Maliboro, Museum Sonobudoyo. Seperti namanya, Museum Sonobudoyo menampilkan banyak warisan budaya dan juga sejarah dari berbagai daerah di Indonesia. Hanya dengan menempuh jarak sekitar 1,6 km dari stasiun tugu, mampir ke tempat yang membuat kita berlibur sekaligus belajar bisa jadi opsi travelling yang tentunya nggak membosankan.


Sehari sebelum pergi me time di Yogyakarta, aku menemukan feed sebuah akun instagram Museum Sonobudoyo. Karena tertarik dengan informasi-informasi yang terlihat, keesokan harinya tanpa berpikir panjang aku memutuskan berkunjung ke Museum Sonobudoyo. Saat itu aku menggunakan layanan KRL dari Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Setelah keluar dari area stasiun dan sarapan pagi, sambil melewati sepajang Jalan Malioboro nggak terasa tiba-tiba hampir sampai di tujuan.

Jadwal Kunjungan
Museum Sonobudoyo buka terhadap kunjungan setiap hari, kecuali Hari Senin. Berikut jadwal detail waktu kunjungan Museum Sonobudoyo:

Selasa - Kamis : 08.00 - 15.30 WIB
Jum'at               : 08.00 - 14.00 WIB
Sabtu                : 08.00 - 15.30 WIB

Tiket Masuk
Untuk masuk museum hanya perlu membayar sebesar Rp 3.000/orang. Tiket masuk bisa dibeli ketika awal masuk gerbang museum yang pertama. 


Setelah membeli tiket, aku diarahkan masuk menuju pintu gerbang museum yang kedua. Saat masuk museum, awalnya disambut penjaga museum sambil dipersilakan cek suhu tubuh yang kemudian dipersilakan untuk melanjutkan kunjungan. Oh ya, untuk masuk ke dalam museum, pengunjung diperbolehkan mengambil gambar menggunakan kamera handphone, tapi nggak diperbolehkan mengambil gambar menggunakan kamera digital yaaa.

Arena Museum


Museum Sonobudoyo memiliki beberapa arena seperti pada petunjuk arah diatas. Saat aku berkunjung, sayang sekali nggak ada event apapun. Jadi hanya sempat mengunjungin museum saja. Kalau teman-teman nggak pingin ketinggalan dengan event-event yang diadakan, bisa pantau update informasi dari official akun Instagram Museum Sonobudoyo disini yaa. Event yang diadakan menarik-menarik loh, diantaranya ada kelas gamelan, live music, maupun pertunjukan wayang. 

Jelajah Ruang Museum
Jangan takut bosan ketika berkunjung ke Museum Sonobudoyo, sebab ada banyak ruangan-ruangan yang berisi warisan budaya maupun sejarah. Bersyukur saat itu bisa mengunjungi setiap ruangan, walaupun nggak belajar detail deskripsi setiap koleksi karena keterbatasan waktu. Ketika masuk ke dalam museum, awalnya akan bertemu dengan ruang pengenalan, kemudian ruang prasejarah, ruang klasik dan peninggalan islam, ruang batik, ruang wayang, ruang topeng, ruang jawa tengah, ruang emas, dan ruang terakhir adalah ruang bali. 




Segitu aja ceritaku jalan-jalan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Kalian juga jangan lupa mampir ya?
With love, Tara.
Agustus 23, 2022 No komentar

Remang-remang lampu malam itu, pesta kecil sahabat kita
Awalnya sulit, walau terus melangkah. Bersinggah pada kapal kecil di tengah ramai sorak dan tawa
Giat memberi atensi pada urusan sendiri.
 
Pukul dua puluh satu
Saat lembayung desa kian bertubi-tubi menderai
dan memaksa mereka tuk menepi di pinggir bahu
Aku menatap langit yang kusam. Bertanya membisu—mengapa tak kunjung usai, sedang bau air membuat pusing dan menggigil kencang.
Tak dijawab—hanya disamping mendekat.
 
Sudah pukul dua puluh satu,
Saat beribu tangan
menusuk daging di perapian. Juga segelintir kuas menoreh warna di wajah-wajah perempuan.
Tak luput pisau tajam tuk membagi roti bolu yang lezat.
Ah, kau pasti ingat!
 
dan sudah pukul dua puluh satu
Setelah waktu demi waktu tak kunjung bertegur
Hingga separuh lingkar berganti bulat penuh—mulai terisak dalam balutan petaka
Namun tak jua berpaling dari gemercik bintang
pada gradasi irismu yang kelam

With love, Tara.
Mei 12, 2022 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About

Hi, welcome to my diary :)

Label

  • Academic
  • Personal
  • Puisi
  • Random
  • Review
  • Travelling

Popular Post

  • WHAT'S IN MY CAMPUS BAG? (ENGINEERING STUDENT)
  • THERE WILL ALWAYS BE A ‘BEGIN AGAIN’
  • SHORT TRIP IN BANDUNG, FINALLY KE KOTA IMPIAN MASA KECIL
  • PUISI: ALKISAH SEKOTAK RANTANG
  • ANOTHER DAY IN BANDUNG: KULINER & WISATA SEJARAH
  • PUISI: GALAKSI DALAM POTRETMU
  • 23, SELAMAT ULANG TAHUN!
  • HAL POSITIF DARI PANDEMI COVID-19
  • DI SUATU MINGGU SORE
  • THINGS I LEARNED AFTER 2+ YEARS GRADUATION

Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  April (2)
      • PUISI: GALAKSI DALAM POTRETMU
      • PUISI: ALKISAH SEKOTAK RANTANG
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2024 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2023 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2022 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (30)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (10)
    • ►  Juli (3)

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

Follow Us

Community



FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates