gmail Linkedin twitter instagram
  • Home
  • About
  • Contact

nabilatara

a little piece of my lovely journey♡


Melintasi sepanjang Jalan Malioboro bisa dijadikan pilihan ketika belum memiliki tujuan pasti di Yogyakarta, atau hanya sekedar jalan-jalan saja. Namun, nggak ada salahnya berkunjung ke salah satu destinasi wisata yang nggak begitu jauh dari Jalan Maliboro, Museum Sonobudoyo. Seperti namanya, Museum Sonobudoyo menampilkan banyak warisan budaya dan juga sejarah dari berbagai daerah di Indonesia. Hanya dengan menempuh jarak sekitar 1,6 km dari stasiun tugu, mampir ke tempat yang membuat kita berlibur sekaligus belajar bisa jadi opsi travelling yang tentunya nggak membosankan.


Sehari sebelum pergi me time di Yogyakarta, aku menemukan feed sebuah akun instagram Museum Sonobudoyo. Karena tertarik dengan informasi-informasi yang terlihat, keesokan harinya tanpa berpikir panjang aku memutuskan berkunjung ke Museum Sonobudoyo. Saat itu aku menggunakan layanan KRL dari Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Setelah keluar dari area stasiun dan sarapan pagi, sambil melewati sepajang Jalan Malioboro nggak terasa tiba-tiba hampir sampai di tujuan.

Jadwal Kunjungan
Museum Sonobudoyo buka terhadap kunjungan setiap hari, kecuali Hari Senin. Berikut jadwal detail waktu kunjungan Museum Sonobudoyo:

Selasa - Kamis : 08.00 - 15.30 WIB
Jum'at               : 08.00 - 14.00 WIB
Sabtu                : 08.00 - 15.30 WIB

Tiket Masuk
Untuk masuk museum hanya perlu membayar sebesar Rp 3.000/orang. Tiket masuk bisa dibeli ketika awal masuk gerbang museum yang pertama. 


Setelah membeli tiket, aku diarahkan masuk menuju pintu gerbang museum yang kedua. Saat masuk museum, awalnya disambut penjaga museum sambil dipersilakan cek suhu tubuh yang kemudian dipersilakan untuk melanjutkan kunjungan. Oh ya, untuk masuk ke dalam museum, pengunjung diperbolehkan mengambil gambar menggunakan kamera handphone, tapi nggak diperbolehkan mengambil gambar menggunakan kamera digital yaaa.

Arena Museum


Museum Sonobudoyo memiliki beberapa arena seperti pada petunjuk arah diatas. Saat aku berkunjung, sayang sekali nggak ada event apapun. Jadi hanya sempat mengunjungin museum saja. Kalau teman-teman nggak pingin ketinggalan dengan event-event yang diadakan, bisa pantau update informasi dari official akun Instagram Museum Sonobudoyo disini yaa. Event yang diadakan menarik-menarik loh, diantaranya ada kelas gamelan, live music, maupun pertunjukan wayang. 

Jelajah Ruang Museum
Jangan takut bosan ketika berkunjung ke Museum Sonobudoyo, sebab ada banyak ruangan-ruangan yang berisi warisan budaya maupun sejarah. Bersyukur saat itu bisa mengunjungi setiap ruangan, walaupun nggak belajar detail deskripsi setiap koleksi karena keterbatasan waktu. Ketika masuk ke dalam museum, awalnya akan bertemu dengan ruang pengenalan, kemudian ruang prasejarah, ruang klasik dan peninggalan islam, ruang batik, ruang wayang, ruang topeng, ruang jawa tengah, ruang emas, dan ruang terakhir adalah ruang bali. 




Segitu aja ceritaku jalan-jalan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Kalian juga jangan lupa mampir ya?
With love, Tara.
Agustus 23, 2022 No komentar

Remang-remang lampu malam itu, pesta kecil sahabat kita
Awalnya sulit, walau terus melangkah. Bersinggah pada kapal kecil di tengah ramai sorak dan tawa
Giat memberi atensi pada urusan sendiri.
 
Pukul dua puluh satu
Saat lembayung desa kian bertubi-tubi menderai
dan memaksa mereka tuk menepi di pinggir bahu
Aku menatap langit yang kusam. Bertanya membisu—mengapa tak kunjung usai, sedang bau air membuat pusing dan menggigil kencang.
Tak dijawab—hanya disamping mendekat.
 
Sudah pukul dua puluh satu,
Saat beribu tangan
menusuk daging di perapian. Juga segelintir kuas menoreh warna di wajah-wajah perempuan.
Tak luput pisau tajam tuk membagi roti bolu yang lezat.
Ah, kau pasti ingat!
 
dan sudah pukul dua puluh satu
Setelah waktu demi waktu tak kunjung bertegur
Hingga separuh lingkar berganti bulat penuh—mulai terisak dalam balutan petaka
Namun tak jua berpaling dari gemercik bintang
pada gradasi irismu yang kelam

With love, Tara.
Mei 12, 2022 No komentar

Nggak terasa sudah hampir 4 bulan menjalani tahun 2022 ini. Awal tahun yang banyak membuat cerita, mulai dari drama pertemanan akibat merantau dan tinggal bersama orang-orang yang baru saja dikenal, kehilangan orang tersayang, pasang surut di organisasi, maupun kejenuhan dan lika-liku mengerjakan skripsi. Diantara semuanya, aku ingin memulai ceritaku dengan kenangan istimewa selama 37 hari bersama orang-orang hebat yang baru aku temui. 

Malam itu, hari Selasa dipertengahan Januari, aku cukup terkejut dengan pengumuman penempatan lokasi KKN-ku. Sama sekali nggak nyangka akan ditempatkan di Kabupaten Kebumen yang merupakan daerah yang belum pernah aku kunjungi dan belum pernah aku ketahui kondisinya. Sebenarnya, Kebumen bukan daerah yang begitu jauh dari Solo. Tapi, karena sebelumnya aku sengaja mendaftar penempatan KKN di Solo agar bisa pulang-pergi ke tempat kos, saat itu aku nggak bisa terima kalau harus KKN di tempat yang membuatku harus stay di posko KKN sampai waktu KKN berakhir. 

Untuk pertama kalinya, aku tinggal bersama orang baru dalam jangka waktu yang lama. Awalnya mudah dan menyenangkan, satu dengan yang lain saling antusias untuk bercerita dan saling membantu. Minggu-minggu setelahnya, satu persatu masalah mulai datang. Mulai dari kehidupan sehari-hari, pertemanan, sakit yang menular, sampai pada suatu kondisi ingin bergegas pulang dari tempat KKN.

Nggak jarang ada yang mengeluh, marah, atau bahkan menangis. Seringkali juga ada kesalahpahaman yang membuat saat-saat lagi kumpul bareng nggak menyenangkan lagi. Mungkin yang paling terberat adalah ketika suasana rumah menjadi tegang dan bikin takut sendiri. Kalau diingat-ingat, saat menjalani momen tersebut rasanya nggak kuat. Walaupun, pada akhirnya bisa terlewati dengan baik-baik saja. Namun dibalik cerita-cerita yang terlihat sulit, ada berjuta kenangan manis yang membuat bahagia dan memberi pelajaran berarti. 

Banyak yang bilang kalau di tempat KKN, akan ada banyak hal yang harus kita paksakan untuk menyesuaikan lingkungan pertemanan. Buatku, kebiasaan-kebiasaan di pagi hari adalah yang paling berkesan. Selepas waktu Subuh, membersihkan rumah dan menanak nasi menjadi budaya baru. Terkadang kalau ingin masak, harus mempersiapkan bahan makanan yang didapat dari warung di ujung desa. Dan.. aku nggak pernah bosan dengan jalan-jalan pagi berkedok beli bahan makanan ke warung penjual sayur. Mungkin, udara pagi yang tertiup dari area sawah sepanjang desa adalah salah satu perbedaan lingkungan desa dan kota yang aku sukai. 

Hal lain yang sulit dilupakan adalah kumpul di ruang tengah untuk makan bersama. Tiga kali makan dalam sehari, tiga kali juga kita kumpul untuk bercerita tentang hal-hal random. Ada yang selalu menghabiskan makanan paling cepat, ada yang mengambil lauk paling sedikit untuk berkorban demi yang lain, ada yang ragu-ragu makan karena nggak suka pedas, ada yang diam-diam sambil memperhatikan gerak-gerik cara makan orang sekitarnya. Bahkan ada juga yang makan tapi nggak bisa lepas dari HP. Layaknya perbedaan kebiasaan saat makan, perbedaan karakter dan perilaku juga berlaku di hampir seluruh kegiatan.

Salah satu momen yang masih terkenang adalah di pertengahan Februari, momen ketika aku mendapat kabar duka bahwa nenekku meninggal dunia. Malam harinya menjelang jam tengah malam, teman-teman KKN-ku mengantarku ke stasiun di tengah kota. Masih teringat sampai sekarang kalau saat itu mereka nggak pulang  sebelum benar-benar menugguku sampai duduk aman di kursi kereta. Setelahnya dan keesokan harinya, banyak dari mereka yang menanyakan bagaimana kabarku di rumah. Aku nggak nyangka kalau dalam pertemanan yang masih terhitung singkat itu bisa mendapatkan kepedulian lebih selayaknya sudah berteman bertahun-tahun. Nggak ada kata lain selain bersyukur di pertemukan dengan teman-teman KKN yang nggak hanya baik sebagai teman, tapi juga saling peduli satu sama lain seperti keluarga sendiri. 

Pernah juga saat sedang hectic-hecticnya mengerjakan skripsi, bukannya mendapat kritik karena sempat nggak ikut kegiatan dan fokus menyendiri, mereka malah membawakan minuman dingin sambil memberi semangat. Rasanya nggak tau lagi mau mendeskripsikan gimana sweet-nya mereka ke satu sama lain. Mungkin banyak bentuk kepedulian yang nggak begitu terlihat dan hanya bisa dirasakan oleh masing-masing. Dan untukku, kepedulian sekecil apapun yang aku terima dari mereka adalah bentuk kenangan termanis dari cerita tentang 37 hari ini. 

Selain belajar tentang kehidupan sehari-hari bersama teman-teman, aku juga banyak belajar tentang hidup bermasyarakat. Apalagi dari kecil sampai dengan KKN ini, aku nggak pernah terlibat dalam kegiatan masyarakat secara langsung. Kalau biasanya presentasi di depan dosen dan teman-teman sesama mahasiswa, kali ini diharuskan untuk bisa belajar presentasi di depan masyarakat. Dan untuk pertama kalinya juga, aku memiliki kesempatan untuk mengajar adik-adik sekolah dasar. Walau kadang terasa melelahkan, tapi aku sangat suka dengan kegiatan ini. Rasanya bahagia bisa melihat mereka tekun belajar melalui semangat membaca buku.  


Pesan-pesan untuk sembilan teman baikku:
Untuk Ananda Restu, teman yang paling sering direpotin oleh sekelompok. Sampai akhir KKN nggak pernah nunjukin kalau lagi sedih, jadi bawaannya selalu ceria kalau dekat Nanda. Kadang terlihat seperti yang paling galak, tapi justru kenyataannya paling sayang ke teman-teman yang lain. Yang selalu tanya ada apa kalau melihat temannya lagi sedih. Yang selalu perhatian, yang selalu nyanyi saat kumpul di ruang tengah, yang selalu ngebawa suasana jadi nggak sepi lagi. Teman cerita Nabila ketika malam-malam keluar ke angkringan dekat balai desa. Nanda semangat skripsinya ya. Jangan lupa buat tetap ceria seperti biasanya! Sering-sering cover lagu di Instagram ya Nan! 

Yasin Nabil, teman yang paling jarang ngobrol denganku. Tapi sekalinya ngobrol, bisa banyak bahasan sampai kemana-mana. Seseorang yang dianggap paling cuek, padahal paling tau banyak hal karena ternyata diam-diam sering memantau keadaan teman-teman. Jangan lupa makan yang teratur tiga kali sehari. Setiap makan ambil porsi secukupnya aja ya biar nggak sakit karena kekenyangan. Oh ya semangat penelitian sambil bercocok tanam di kebun ya!

Tatasa Diva, teman cerita 24/7 selama masa-masa KKN. Teman yang terlihat pendiam, tapi kalau sudah akrab bisa cerita panjang lebar dengan bahasan yang nggak abis-abis. Teman yang paling sabar mau makan pedas setiap hari walaupun sama sekali nggak suka pedas. Teman kabur ke kota kalau sedang jenuh di rumah sampai berjam-jam lamanya. Kalau sudah jalan sama Diva, rasanya pingin terus muter-muter kota walaupun buta arah dan suka takut-takut di jalan. Semangat berjuang untuk skripsi tentang bakterinya ya Div! Jangan lupa juga buat rencana jalan-jalan kita!

Taufik Ardhiansyah, teman yang paling bisa baik ke semuanya tanpa pilih-pilih. Kalau dibilang pendiam juga pendiam walau nggak se-pendiam Diva. Kalau dibilang ramai juga ramai walau nggak se-ramai Nanda dan Ozin. Seseorang yang paling punya banyak fans bocil-bocil Desa Logede karena keidentikannya dengan kharisma bapak presiden. Jangan lupa membawa tolak angin, minyak kayu putih, atau rempah-rempah semacamnya ketika pergi-pergi jauh ya! Oh ya jangan lupa apapun makanannya, teh dandang adalah minuman terenak. 

Tarisa Azizah, teman KKN yang paling rajin, paling sabar, paling telaten dan keibuan. Terima kasih sudah sangat sabar menjadi teman satu kamar selama di Kebumen. Sesibuk-sibuk apapun di semester ini, jangan lupa sesekali menghirup udara pagi di dekat area persawahan ya. Sering-sering masakin orang, karena masakan kamu enak banget! Oh ya, semoga karir menjadi bendahara berlanjut sampai seterusnya yaa karena sepertinya kamu sangat menikmati peran ini. Ditunggu gelar S.T. -nya yaa Ris! Yang penting, jangan lupa banyak minum air putih, istirahat yang cukup, dan jalan-jalan sama dia.

Taufik Hidayat, yang paling jarang makan karena katanya makan dua kali sehari sudah cukup. Kadang-kadang bisa jadi yang paling ceria, kadang bisa jadi yang paling misterius. Nggak begitu banyak ngobrol selama KKN, justru baru akrab dan banyak sharing ketika akhir-akhir KKN. Oh ya, Hidayat punya satu hobi keren yang ditekuni dari dulu sampai sekarang, yaitu fotografi. Setiap ada spot bagus, nggak pernah luput memotret objek menarik itu untuk dibagikan di sosial media. Semangat penelitian tentang kualitas air di Boyolali ya! Semoga bisa segera lulus dan bisa tekun menjadi fotografer terbaik seperti yang kamu inginkan. 

Stella Maris, teman yang punya banyak bakat untuk dibagikan ke adik-adik di desa. Sangat berbakat menjadi penyiar radio, pemeran drama, pendongeng, bahkan guru. Seseorang asal Bogor ini juga enak diajak ngobrol karena selalu punya sejuta topik untuk dibahas. Selayaknya anak ilmu komunikasi, Stella nggak cuma pandai sharing-sharing, tapi juga pandai menjadi pendengar yang baik untuk teman-temannya. Mungkin karena sangat menjiwai sebagai anak ilkom (nggak tau relate atau nggak), hampir tiap hari Stella mendapat telpon dari teman maupun kerabat. Semangat skripsi tentang analisa filmnya ya! Kalau aku ke Bogor jangan lupa diajak jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. 

Syiva Levaza, yang paling-paling sabar dari semuanya. Ketua yang sering dibuat habis kesabaran oleh anggota-anggotanya tapi tetap memilih untuk diam dan senyum-senyum aja. Teman yang nggak pernah absen puasa sunnah, yang selalu rajin menyegerakan sholat, yang paling sopan dan ramah dengan warga desa. Karena mendalami peran sebagai ketua, saat kumpul untuk bahas program kerja Eza benar-benar pakai bahasa se-formal itu ke anggota-anggotanya. Semoga dilancarkan skripsinya dan bisa segera sukses buka usaha ya!

Taufiq Imtiyazurrozin, gitaris dan vokalis andalan kelompok. Teman yang paling peka ketika yang lain jenuh dengan mengajak jalan-jalan keliling Kebumen di akhir pekan. Teman yang terlihat paling santai, padahal ternyata punya banyak potensi dan ide-ide kreatif untuk membantu program teman-temannya. Memiliki jiwa seni hampir di semua bidang mulai dari seni rupa, seni musik, seni peran, dan bahkan seni memasak walaupun belum pernah ditunjukkan. Sama seperti yang lain, semangat skripsi tentang kayu-nya ya Pak Guru! Semoga kelak menjadi seniman yang berhasil, tapi yang terpenting jangan sampai lupa dengan teman-teman KKN ya!

Terakhir, jangan pernah lupain Nabila dan kenangan-kenangan di Kebumen ya! See you on top semuanya💗


With love, Nabila.
April 19, 2022 No komentar

Berjuta paus terbang melayang
Dikaitnya, seribu karang yang berjajar membentuk garis lengkung pada aurora pantul sang rembulan
Membelah samudera biru yang tenang
Mengukir asmamu

dan bilamana laut hanya setetes tirta yang menggenang pada alas cekung—semu tak bernyawa, redup tak berwarna
Bolehkah terbangun rel kereta ditengahnya?
yang tersusun akan labu cinderella1
serta prajurit pinguin dari ujung antartika
tak lupa bukit-bukit ilalang terbaik membentuk singgasana harpa
Berdering, mendengung namamu

Pun apabila hujan meraung kencang dalam setiap sudut tahta
yang merambat zig-zag pada rantai-rantai cemara2
Aku tak akan terbenam dalam malam
Sebab diri ini terdiam sunyi pada alas tikar terindah dalam deret kencana
Menghitung waktu, berharap jumpa dirimu

1Nama kendaraan di dongeng 'Cinderella'
2Jenis pohon

With love, Tara.
Januari 10, 2022 No komentar

Cerita Bulan November ini sepertinya dimenangkan oleh short-trip bersama 8 orang mahasiswa yang berniat untuk healing dari kehidupan hectic kuliah semester akhir. Berawal dari usulan satu minggu lalu saat reuni di angkringan dekat kampus "Sepertinya kita harus merencanakan suatu trip sebelum lulus"-  yang akhirnya berujung terealisasi satu minggu kemudian di pantai Yogyakarta. 

Sama sekali tanpa persiapan, tiba-tiba saja mendapat tempat penginapan yang sesuai baru H-2 keberangkatan. Bersyukurnya lagi walau Kota Surakarta dan Yogyakarta sedang deras-derasnya hujan akhir-akhir ini, sampai akhir pulang sama sekali nggak dipertemukan dengan hujan. Mungkin saat itu, Allah sedang memberiku rezeki untuk merasa bahagia lewat kesempatan bertemu mereka dengan perjalanan yang lancar tanpa gangguan. 

Walaupun menikmati keindahan Pantai Sepanjang yang bisa dilihat hanya beberapa langkah kaki dari penginapan sangat mengesankan, momen-momen untuk duduk bersama dan 'ngobrol' masih jadi yang teristimewa. Ide itu berawal dari usul Harry untuk bermain Truth or Truth, dimana masing-masing orang punya kesempatan untuk bercerita jujur tentang pertanyaan yang diterima. Walaupun kebanyakan pertanyaannya tentang cinta-cintaan, tapi cukup seru juga karena membuat dag-dig-dug agar berani menyampaikan jawabannya meski sebenarnya malu-malu. Dan.. sebenarnya aku masih malu dengan jawaban yang aku berikan saat itu. Awas saja ya kamu Harry!

Setelah semakin malam, nggak nyangka juga pembicaraannya semakin menarik dan hangat. Diawali lagi dengan pertanyaan Harry: "Ceritakan mimpi kalian, jika ada kesempatan untuk menggapai hal itu tanpa batasan!". Sebagai urutan pertama yang menjawab tantangan itu, aku merasa sangat yakin untuk menyampaikan mimpiku menjadi seorang jurnalis. Meski memiliki latar belakang pendidikan yang sama sekali nggak relate dengan profesi itu, aku ingin suatu saat bisa menggapainya. Ya, nggak apa walau hanya sebagai hobi. Aku ingin berkarya melalui tulisan-tulisanku lewat blog pribadiku. Aku ingin tulisanku dibaca oleh orang banyak - berharap bisa menjadi bermanfaat bagi mereka. Lagi-lagi aku berandai-andai, sepertinya akan lebih menyenangkan jika masuk di jurusan kuliah yang benar-benar sesuai aku minati. Namun untuk saat ini, aku sadar bahwa nggak ada hal terbaik lain selain bersyukur dan berusaha menamatkan kuliah di jurusan ini dengan sungguh-sungguh. 

Nggak berhenti di aku, ternyata beberapa dari mereka juga memiliki masing-masing yang mungkin nggak sesuai dengan ranah teknik kimia. Harry yang bermimpi menjadi seorang musisi, Yudi yang bermimpi bisa menjadi bagian dari suatu instansi penerbangan, Luthfi yang bermimpi menjadi traveller, Wewe yang bermimpi menjadi seorang content creator di bidang review film, Aroya yang bermimpi memiliki bakery, Dodo yang bermimpi menjadi seorang wirausaha, Umpati yang bermimpi menjadi founder instansi pendidikan, dan Ainun yang bermimpi menjadi public speaker di bidang teknik kimia. Dari 9 orang yang berkumpul, hanya Ainun yang merasa memiliki passion di jurusan ini. Selain Ainun, kita masih tetap mencoba berjuang untuk menyelesaikan studi di jurusan ini, walau mungkin hanya ada sedikit rasa cinta didalamnya. 

Seandainya, ada kesempatan memilih jurusan kuliah sesuai dengan minat masing-masing orang tanpa ada batasan & hambatan, mungkin kita sudah berada di jalan yang lebih baik karena terjun dalam suatu ilmu yang memang kita sukai. Tapi setelah bertemu dan mengenal mereka, aku sadar bahwa Allah tidak akan pernah menakdirkan sesuatu terjadi tanpa pelajaran dan ilmu apa-apa. Mungkin pada awalnya kita  saling berinteraksi hanya atas dasar urusan organisasi. Tapi.. hal itu-lah yang membuat kita menjadi dekat karena sama-sama belajar tentang satu sama lain dalam jangka waktu yang lama.

Dear kalian, terima kasih atas cerita yang pernah terbuat - dan mungkin cerita baru yang akan tercipta kembali. 

With love, Tara.
November 23, 2021 No komentar

Menjadi perantau di Kota Surakarta memang menguntungkan untuk orang-orang seperti aku yang selalu ingin punya tujuan untuk berwisata. Setelah menjalani ujian tengah semester kemarin, nggak tau kenapa tergerak lagi untuk kembali ke Museum Keraton Surakarta. Tapi kali ini, aku nggak lama-lama. Aku hanya ingin singgah sebentar untuk mengamati dan mengambil potret dari setiap sisi yang menarik perhatianku. 

Saat di keraton, aku ngobrol dengan salah satu guide. Kata beliau, Museum Keraton Surakarta sudah tutup hampir 2 tahun karena pandemi. Terkadang aku menyadarinya kalau lewat area keraton untuk ke daerah Singosaren, area kraton sepi pengunjung. Jadi.. kebetulan banget kemarin ingin kesana dalam kondisi sudah buka kembali. Kata beliau, Keraton Surakarta sudah buka untuk wisatawan mulai Hari Sabtu tanggal 11 Oktober 2021 lalu. 

Walau masih sepi, aku bertemu beberapa wisatawan yang tampak dari luar kota. Pengunjung lainnya terdiri dari beberapa keluarga kecil, sekelompok mahasiswa, dan pengunjung yang sepertinya sedang solo travelling. Kalau keadaannya seperti ini, rasa-rasanya sudah tidak pandemi lagi. Walaupun, untuk masuk area museum harus tetap dalam kondisi taat protokol kesehatan. 

Tiket & Alur Masuk
Untuk masuk ke Museum Keraton Surakarta cukup membayar Rp 15.000/orang.


Selain murah, alur masuk area museum keraton juga mudah loh. Jadi setelah parkir kendaraan, kita langsung dihadapkan dengan loket pembelian tiket. Setelah di cek suhu dan tiket oleh petugas, kita bisa bebas mengunjungi area museum.

Oh ya! Ini adalah hasil potretku kemarin! Aku yakin kalian pasti nggak sabar buat kemari setelah melihat foto-foto ini😊










Ini aku setelah difotokan Aini. Terima kasih untuk Aini yang sudah membawa Tara kesini😊


Jadi.. kalian sudah nggak ragu kan buat berkunjung ke Kota Solo untuk berwisata sambil belajar? 

Oh ya kalau berkunjung ke Museum Keraton Surakarta, jangan lupa untuk membeli dagangan masyarakat lokal sekitar keraton yaa karena akan sangat membantu mereka. Dan, jangan lupa juga untuk pakai jasa guide di dalam museum agar bisa belajar banyak sejarah tentang keraton dan Surakarta!

With love, Tara.
Oktober 17, 2021 2 komentar

Terkadang, aku merasa bahwa Kota Surakarta adalah kota yang paling berdinamika dalam ceritaku.

Rasanya ingin pergi dari kota ini dan tidak ingin kembali. Tapi ketika akan pergi, rasanya ada alasan kuat yang mendorongku untuk tetap disini.

Tapi mungkin, aku hanya sedang ingin istirahat.
Atau, ingin jauh menghilang dari dunia yang redup sejenak.

With love, Tara.
Oktober 08, 2021 No komentar

Halo semuanya! Akhir-akhir ini aku berpikir kalau merawat kesehatan wajah adalah salah satu kewajiban yang harus aku lakukan. Walaupun di semester akhir ini kegiatan cukup padat, aku tidak pernah lupa untuk berusaha memberi perhatian lebih ke wajahku setiap harinya. 

Kali ini, aku sedang jatuh cinta dengan rangkaian face care dari Scarlett Brigthly Ever After Series. Semua rangkaian produknya bikin aku nggak bisa move on ke yang lain. Apalagi kalau sedang akan tidur dan memulai hari, nggak sabar buat memakai Brightly Ever After Serum lagi dan lagi. By the way.. daripada penasaran, yuk langsung aja beralih ke review setiap produknya!

Scarlett Facial Wash


Tekstur dan Aroma
Sebagai produk yang harus digunakan sebagai dasar sebelum mengaplikasikan rangkaian produk lain, Scarlett Facial Wash memberikan kesan segar setelah digunakan. Rasanya, setelah pakai facial wash yang satu ini aku berpikir kalau kulit wajah aku jadi bersih banget dan lembut. Scarlett Facial Wash memiliki tekstur lembut yang pastinya tidak akan mengiritasi wajah yaa. Aromanya nagih banget! Scarleet Facial Wash memiliki aroma seperti bunga mawar. Dan pastinya, aromanya nggak menyengat tapi tetap sukses membuat kesan segar sampai beberapa waktu. 

Warna
Karena kemasannya memiliki desain bening, jadi terlihat jelas banget kalau Scarlett Facial Wash memiliki warna bening dengan sedikit kepingan rose petal yang membuat sabun ini begitu anggun:) Oh ya jangan khawatir dengan kepingan rose petal-nya yaa, karena mereka sangat lembut dan menyatu dengan facial wash-nya. 

Cara Pemakaian
Nggak perlu ngabisin banyak waktu untuk mendapatkan manfaat dari produk facial wash yang cantik ini, pengguna cuma perlu mengusap facial wash ke telapak tangan dan diusap merata ke seluruh wajah lalu dibilas.

Kandungan dan Manfaat
Kalau ditanya soal manfaat nggak perlu diragukan lagi yaa. Scarlett Facial Wash mampu meningkatkan kelembaban dan elastitas kulit, memberikan perlindungan dari radikal bebas dan tentunya ampuh mencerahkan wajah karena mengandung glutathione dan aloe vera. Buat pengguna yang memiliki masalah iritasi kulit wajah juga tenang aja yaa karena kandungan vitamin E pada Scarlett Facial Wash mampu mengatasi peradangan pada kulit. 

Brightly Ever After Serum


Tekstur dan Warna
Untuk pertama kalinya aku menemukan serum yang langsung cepat menyerap di kulit wajah. Padahal, produk ini memiliki tekstur yang lumayan kental, namun nggak bikin lengket diwajah yaa. Sama dengan serum pada umumnya, Brightly Ever After Serum memiliki warna bening. 

Cara Pemakaian
Cara pemakainnya simpel kok! Cukup teteskan 2-3 tetes serum ke wajah, lalu pijat sampai merata pada kulit wajah. Lalu didiamkan sebentar sampai serum meresap sempurna. 

Kandungan dan Manfaat

Kandungan: Phyto Whitening, Vitamin C, Glutathione, Niaciamide dan Lavender Water

Manfaat produk terfavorit aku ini jangan diragukan yaa. Setelah pemakaian rutin, Brightly Ever After Serum mampu mencerahkan wajahku lebih merata. Oh ya! Satu hal yang membuat aku suka banget sama produk ini karena saat pemakaian serum ini sebelum tidur di malam hari, rasanya ada efek relaksasi yang menenangkan. Dan.. pastinya aku nggak akan lupa sama efeknya yang bisa memudarkan bekas jerawat di wajahku. Kalian jangan sampai lewat ya sama serum ini:)

Brightly Essence Toner


Tekstur, Aroma dan Kemasan
Dengan tekstur yang lebih cair dari produk lainnya, dalam sekali pemakaian cukup memerlukan 1-2 tetes aja untuk bisa dipijatkan ke seluruh kulit wajah. Kemasannya lucu-berbentuk botol spray yang tentunya memudahkan pengguna untuk mengaplikasikannya. Kalau soal aroma aku paling suka dengan aroma produk ini sih. Nggak tau pastinya, tapi justru aku merasa aromanya seperti buah-buahan segar yang memberikan efek sangat segar setelah menggunakannya. 

Cara Menggunakan
Setelah memastikan wajah telah bersih, semprot 1-2 tetes Brightly Essence Toner ke tangan. Lalu, aplikasikan ke wajah dengan gerakan memijat hingga terserap merata.

Brightly Ever After Day Cream


Kandungan dan Manfaat
Rangkaian produk yang satu ini membantu kulit tampak cerah seketika, cocok banget buat meningkatkan kepercayaan diri kita yang sering beraktivitas dari dari pagi hari. Kandungan Triceramide dan Aqua Peptide Glow didalamnya mampu meningkatkan hidradsi kulit dan anti kerut serta penuaan. Produk ini juga memiliki kandungan Natural Vit-C yang berfungsi sebagai antioksidan dan melingdungi kulit dari paparan sinar matahari. 

Brightly Ever After Night Cream


Tekstur dan Aroma
Krim malam pencerah ini adalah rangkaian terakhir yang digunakan sebelum tidur. Teksturnya lembut dan terasa dingin dikulit. Aromanya wangi sejuk dan nggak menyengat. Produk ini cocok banget seperti fungsinya, memberikan efek relaksasi saat malam hari. 

Kandungan dan Manfaat
Ketika akan tidur di malam hari, nggak lengkap kalau belum pakai Brightly Ever After Night Cream. Produk ini mampu mencerahkan kulit karena mengandung glutathione dan niaciamide. Nggak hanya mencerahkan kulit, Brightly Ever After Night Cream mampu membuat mengecilkan pori-pori wajah serta mengurangi kerutan. Nah, buat yang sering beraktivitas seharian di bawah sinar matahari jangan khawatir yaa karena produk ini dapat melindungi sel kulit wajah dari radikal bebas akibat paparan sinar UV. Selain itu, kandungan Green Caviar pada produk ini dapat melawan dehidrasi kulit loh! Jadi nggak perlu khawatir kulit kering lagi yaa😊

Harga Produk
Semua produk rangkaian Face Care Brightly Ever After memiliki harga yang sama, yaitu Rp 75.000.

Kesan Pemakaian
Setelah kurang lebih 3 minggu pemakaian, aku merasa kulit aku memiliki tekstur yang lebih lembut dari sebelumnya. Karena pernah teledor gara-gara main keluar seharian dan nggak pakai sunscreen, kulit wajah aku sempat belang di area selain masker. Setelah kejadian itu, aku masih rutin memakai rangkaian produk Face Care Brightly Ever After Series dan warna kulit aku merata seperti pada awalnya. Nggak nyangka sih kalau Scarlett bener-bener bisa se-ampuh itu buat ngerawat kulit aku. Kalau ditanya kedepannya aku bakal rutin pakai rangkaian face care dari Scarlett atau nggak, of course aku bakal jawab seterusnya ingin pakai rangkaian face care yang special ini! Buat kalian semua, jangan ragu yaa buat mencoba rangkaian produk face care Brightly Ever After Series dari Scarlett!💛

With love, Tara.
Oktober 03, 2021 No komentar

Dekat namun tak terdengar, jauh tapi berbincang
dan sudah lebih dari seribu malam
hanya tertambat dalam angan-angan
Lagi-lagi mengalir bagai derai kapuas1
Sesekali sembunyi dibalik tanya tak berbalas
Potret ini,
Tak lagi permai dalam impiku
Sebab kau hanya bergulat pada petik nilon yang lemah
Melagu namun pilu
Menghibur namun tak buatku tersipu
 
Bertemu namun ragu, berpisah tapi merindu
Berdiam namun halu melulu
Dongeng tak akan nyata, kita hanya menembus bunga tidur semata
Berkisah bagai peri kecil berbaju langit jingga
Bahagia berkawan denganmu
Kadang menangis, sebab sadar semua hanya semu
 
Kasih..
Kau adalah redup terindah selain panorama Yogyakarta
Merasuk dalam setiap arus vena2
Seketika menusuk pangkreas, larut bagaikan ramuan jamu orang jawa
Terbuai, ungkap gadis yang lelah menghirup perandaian
 
Tapi,
Tak bisakah kau membuatnya mudah saja?

1Nama sungai di Kalimantan
2Jenis pembuluh darah

With love, Tara.
Agustus 01, 2021 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About

Hi, welcome to my diary :)

Label

  • Academic
  • Personal
  • Puisi
  • Random
  • Review
  • Travelling

Popular Post

  • WHAT'S IN MY CAMPUS BAG? (ENGINEERING STUDENT)
  • THERE WILL ALWAYS BE A ‘BEGIN AGAIN’
  • SHORT TRIP IN BANDUNG, FINALLY KE KOTA IMPIAN MASA KECIL
  • PUISI: ALKISAH SEKOTAK RANTANG
  • ANOTHER DAY IN BANDUNG: KULINER & WISATA SEJARAH
  • PUISI: GALAKSI DALAM POTRETMU
  • 23, SELAMAT ULANG TAHUN!
  • HAL POSITIF DARI PANDEMI COVID-19
  • DI SUATU MINGGU SORE
  • THINGS I LEARNED AFTER 2+ YEARS GRADUATION

Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  April (2)
      • PUISI: GALAKSI DALAM POTRETMU
      • PUISI: ALKISAH SEKOTAK RANTANG
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2024 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2023 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2022 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (30)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (10)
    • ►  Juli (3)

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

Follow Us

Community



FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates